Beranda / Headline / Om Zein Tegaskan Lagu Kontroversial Bercerita tentang Diri Sendiri, Kembali Sampaikan Permintaan Maaf

Om Zein Tegaskan Lagu Kontroversial Bercerita tentang Diri Sendiri, Kembali Sampaikan Permintaan Maaf

PURWAKARTA,HEDLINEKOTA.COM – Bupati Purwakarta Saepul Bahri Binzein atau yang akrab disapa Om Zein kembali memberikan klarifikasi terkait polemik lagu berbahasa Sunda berjudul Lalaki Langit, Lalanang Bejat yang ia ciptakan, Kamis 2/7/2026.

Lagu tersebut belakangan menjadi sorotan publik, setelah dinilai mengandung stereotip dan dianggap merendahkan perempuan.

Melalui akun Instagram pribadinya, Om Zein menegaskan bahwa lagu tersebut merupakan refleksi perjalanan hidupnya sendiri, bukan ditujukan untuk menyudutkan ataupun mendiskreditkan perempuan maupun kelompok tertentu.

Ia menjelaskan, karya itu lahir dari proses perenungan atas masa lalunya yang penuh kenakalan dan telah ditulis sejak tahun 2020, jauh sebelum dirinya menjabat sebagai Bupati Purwakarta.

Menurutnya, publik sebaiknya memahami keseluruhan lirik lagu, bukan hanya potongan-potongan yang beredar di media sosial, agar makna yang ingin disampaikan tidak disalahartikan.

“Lagu ini murni bercerita tentang perjalanan hidup saya sendiri. Saya tidak pernah berniat menyinggung atau merendahkan perempuan maupun pihak mana pun. Saya hanya menuangkan rasa syukur dan refleksi atas kehidupan yang pernah saya jalani,” ujar Om Zein.

READ :  Semarak Helaran Budaya HJB ke-544 Kabupaten Bogor, Teguhkan Jati Diri, dan Nilai Leluhur Sunda di Bumi Tegar Beriman

Meski memberikan penjelasan, Om Zein mengakui adanya masyarakat yang merasa tidak nyaman dengan lirik lagu tersebut. Ia pun kembali menyampaikan permohonan maaf secara terbuka.

“Saya memohon maaf apabila ada pihak yang merasa tersinggung atau tidak nyaman. Itu sama sekali bukan maksud saya.

Kritik dan masukan menjadi bahan introspeksi bagi saya untuk lebih berhati-hati dalam berkarya maupun menyampaikan pesan kepada publik,” katanya.

Kontroversi lagu tersebut bermula setelah potongan liriknya viral di media sosial. Sejumlah kalangan menilai beberapa diksi dalam lagu mengandung bias gender dan memperkuat stereotip terhadap perempuan.

Kritik bahkan datang dari berbagai tokoh publik dan pegiat perempuan, sementara sebuah lembaga bantuan hukum di Jawa Barat juga melayangkan somasi terbuka kepada Om Zein terkait karya tersebut.

Di sisi lain, Om Zein berharap polemik tersebut dapat menjadi ruang dialog yang sehat mengenai seni, kebebasan berekspresi, serta pentingnya sensitivitas terhadap nilai-nilai kesetaraan gender.

Ia menegaskan akan menerima seluruh kritik sebagai bagian dari proses pembelajaran dan tanggung jawabnya sebagai kepala daerah.

READ :  Sasana Kujang Asri Bogor, Siap Terjunkan Petinju Muda Try Out di Porprov Jabar dan Sejumlah Daerah

Polemik ini pun memunculkan perdebatan di ruang publik mengenai batas antara ekspresi seni dan tanggung jawab moral seorang pejabat publik.

Banyak pihak menilai karya seni tetap terbuka untuk ditafsirkan, namun seorang kepala daerah juga dituntut mempertimbangkan dampak sosial dari setiap pesan yang disampaikan kepada masyarakat.*

Tag: