Bogor, I HEADLINEKOTA.COM – Pendidikan Pertama bagi kader Loyalis Partai Kebangkitan Bangsa,( PKB) Kabupaten Bogor, menjadi atmosfir penguatan idiologis ,Kapasitas dan integritas Politik yang berkompeten.
Kegiatan yang berlangsung di Hotel Mo One, Sukaraja Bogor, pada Minggu, 7/12/25, ini menjadi momentum konsolidasi besar-besaran para kader untuk memperkuat soliditas, ideologi, dan arah perjuangan politik PKB di Kabupaten Bogor.
Pendidikan pertama bagi kader PKB dihadiri ribuan peserta, dan jajaran DPW PKB Jabar, anggota DPRD Kabupaten Bogor, anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, serta seluruh jajaran struktural partai
Ketua DPC PKB Kabupaten Bogor Edwin Sumarga menyampaikan, pentingnya loyalitas, militansi, dan pemahaman ideologi para kader. Edwin menekankan bahwa PKB Bogor hari ini berada pada titik kebangkitan baru yang harus dijaga dengan kesungguhan dan keseriusan perjuangan.
“Kita semua harus bangga. Kabupaten Bogor diberikan kehormatan sebagai salah satu daerah dengan pemilih terbesar. sehingga kita memiliki 6 kursi di DPRD Kabupaten Bogor. Ini bukan sekadar angka, tetapi amanah besar yang harus dipertanggungjawabkan.
Edwin menekankan bahwa setiap kader wajib memahami ideologi PKB sebagai partai yang lahir dari rahim Nahdlatul Ulama, berakar pada nilai-nilai keislaman yang moderat, rahmatan lil ‘alamin, serta berpihak pada kemaslahatan umat.
“Anggota harus tahu ideologi PKB. Kita membangun dari nilai-nilai minal jami‘in, bergerak menjadi sebuah gerakan besar yang terorganisasi. PAC itu harus berbasis desa, mengakar pada masyarakat, menyerap aspirasi rakyat, dan hadir membawa manfaat,” ujarnya.
Tak berhenti di situ, Edwin juga mematok target besar untuk Pemilu 2029. Dengan penuh keyakinan, ia menegaskan bahwa PKB Kabupaten Bogor harus menjadi pemenang.
“Saya akan genjot. Tahun 2029 PKB harus menjadi pemenang. Yakin! Kita bisa. Tahun 2029 kita harus punya Bupati dari PKB. Kita targetkan 12 kursi. Jika kita punya Bupati, kita bisa melakukan banyak hal untuk kebaikan Kabupaten Bogor.
Ia juga menambahkan bahwa PKB Kabupaten Bogor akan menggelar apel besar se-Jawa Barat sebagai bentuk peneguhan kekuatan. Selain itu, ia menegaskan pentingnya membangun kemandirian ekonomi kader dan struktur partai.
“Saya sedang merancang pembangunan kekuatan ekonomi kader. Kita harus berdaya. Kita harus kuat. DPRD provinsi, DPRD kabupaten, semuanya harus bergerak bersama. PKB adalah partai besar. Berpolitik bagi kita bukan hanya perjuangan elektoral, tetapi juga ibadah, pengabdian kepada umat dan bangsa.
Pendidikan Kader Pertama ini diharapkan mampu menjadi titik awal kebangkitan PKB Kabupaten Bogor menuju kejayaan politik yang lebih besar pada 2029, sejalan dengan semangat perjuangan para ulama dan nilai-nilai keislaman yang menjadi fondasi moral PKB,” tegas nya.

Dalam sambutannya, KH. Achmad Yaudin Sogir menekankan bahwa kaderisasi PKB bukan hanya proses administratif, tetapi jalan panjang pembentukan pribadi yang matang secara intelektual, spiritual, dan sosial.
Ia menegaskan bahwa perjuangan politik dalam tradisi Nahdlatul Ulama dan PKB selalu berakar pada nilai tasawuf: memperbaiki diri sebelum memperbaiki negeri.
“Kader PKB harus mampu memadukan ilmu dan akhlak. Politik tanpa adab hanya melahirkan kegaduhan, tetapi politik yang dibangun di atas ilmu, zikir, dan pelayanan akan melahirkan peradaban. PKP ini adalah upaya menanamkan ruh itu,” tegasnya.
KH Achmad Yaudin Sogir juga mengingatkan pentingnya literasi digital dan ketangguhan intelektual agar kader mampu membaca perubahan zaman.
“Tantangan kita saat ini bukan hanya soal elektoral, tetapi bagaimana membentuk kader yang menguasai data, memahami teknologi, dan tetap teguh menjaga tradisi Ahlussunnah wal Jama’ah. Kader PKB harus menjadi suluh bagi masyarakat, bukan sekadar peserta kontestasi politik,” tutup Nya. ( A***










