Cibinong | Headline Kota – Bupati Bogor Rudy Susmanto resmi membuka pameran 75 artefak peninggalan Nabi Muhammad SAW di kawasan Laga Tangkas, Stadion Pakansari, Jumat (20/2/2026).
Sejak hari pertama dibuka, ribuan warga memadati lokasi untuk menyaksikan langsung benda-benda bersejarah yang dikaitkan dengan Rasulullah SAW dan para kerabatnya.
Kehadiran 75 artefak Nabi Muhammad SAW di Pakansari ini menjadi yang pertama digelar di Kabupaten Bogor.
Antusiasme masyarakat terlihat dari antrean panjang pengunjung yang datang sejak pagi.
Tak sedikit yang mengaku terharu karena akhirnya bisa melihat secara langsung peninggalan yang selama ini hanya diketahui melalui literatur dan ceramah keagamaan.
Rudy Susmanto menyebut momentum ini sebagai keberkahan besar bagi daerah.
Ia menilai, pameran artefak Nabi Muhammad SAW bukan sekadar agenda seremonial Ramadan, melainkan bagian dari upaya memperkuat identitas religius Kabupaten Bogor.
“Kalau Allah tidak mentakdirkan peninggalan ini hadir di sini, tentu tidak akan terjadi. Ini momentum untuk memperkuat persatuan, memperbanyak doa, dan membangun Bogor dengan nilai-nilai spiritual,” ujarnya.
Sebanyak 75 artefak yang dipamerkan mencakup berbagai benda yang disebut sebagai peninggalan Rasulullah SAW, mulai dari penutup kepala, helai rambut, hingga ekstrak keringat.
Beberapa di antaranya, menurut Rudy, bahkan belum pernah ia lihat secara langsung sebelumnya.
Selain menghadirkan nuansa spiritual, kegiatan ini juga diproyeksikan berdampak pada pergerakan ekonomi warga.
Pelaku UMKM di sekitar kawasan Pakansari merasakan peningkatan kunjungan, terutama dari pedagang kuliner, minuman, dan suvenir religi.
Pemerintah Kabupaten Bogor menyiapkan pengamanan terpadu bersama unsur Forkopimda, Polres Bogor, Kodim 0621, serta instansi terkait lainnya untuk memastikan kegiatan berlangsung aman dan tertib.
Pameran ini dibuka untuk umum tanpa biaya masuk. Masyarakat dapat berkunjung setiap hari pukul 09.00 hingga 21.00 WIB.
Dengan konsep terbuka dan gratis, pameran 75 artefak Nabi di Pakansari diharapkan menjadi ruang edukasi sejarah Islam sekaligus penguatan spiritual masyarakat Bogor di bulan suci.***









