SUBANG, HEADLINEKOTA.COM – Bupati Bogor, Rudy Susmanto, mendampingi Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, pada kegiatan Peresmian Pelaksanaan Instruksi Presiden (Inpres) Jalan Daerah Tahun Anggaran 2025 bersama Presiden Republik Indonesia dan Menteri Pekerjaan Umum yang dilaksanakan secara daring di Lembur Pakuan, Subang, Selasa (23/6/ 2026.
Pada kesempatan tersebut, Kabupaten Bogor menjadi salah satu daerah yang memperoleh dukungan pembangunan infrastruktur jalan untuk meningkatkan konektivitas antarwilayah dan memperlancar mobilitas masyarakat.
Sejumlah ruas jalan yang mendapat penanganan antara lain Citeureup-Sukamakmur yang saat ini masih dalam tahap pelaksanaan, serta Sukamakmur-Sukawangi dan Pasir Ipis-Garehong yang telah selesai dikerjakan.
Dukungan pemerintah terhadap pembangunan infrastruktur di Kabupaten Bogor, diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, meningkatkan aksesibilitas masyarakat, serta memperkuat pemerataan pembangunan di seluruh wilayah Kabupaten Bogor.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Bogor Rudy Susmanto menyampaikan bahwa keberadaan jalan yang berkualitas memiliki dampak langsung terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Menurutnya, pembangunan infrastruktur harus dipandang sebagai investasi jangka panjang yang mampu menciptakan efisiensi ekonomi sekaligus membuka akses bagi wilayah-wilayah yang selama ini mengalami keterbatasan konektivitas.

“Jalan yang baik bukan hanya mempercepat perjalanan, tetapi juga mempercepat pertumbuhan ekonomi, meningkatkan akses pendidikan, kesehatan, dan membuka peluang usaha baru bagi masyarakat,” ujarnya.
Program Inpres Jalan Daerah Tahun Anggaran 2025 merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk mempercepat penanganan ruas-ruas jalan strategis yang menjadi urat nadi pergerakan masyarakat dan perekonomian daerah.
Kehadiran program ini diharapkan mampu menjawab berbagai tantangan pembangunan, terutama di wilayah yang selama ini membutuhkan peningkatan kualitas infrastruktur transportasi.
Bupati Bogor menegaskan bahwa sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah provinsi, dan pemerintah kabupaten menjadi faktor utama keberhasilan pembangunan.
Menurutnya, kolaborasi lintas sektor harus terus diperkuat agar pembangunan tidak hanya selesai secara administratif, tetapi juga memberikan manfaat nyata yang dapat dirasakan masyarakat dalam jangka panjang.
Lebih lanjut, ia mengingatkan bahwa keberhasilan pembangunan jalan tidak hanya diukur dari panjang ruas yang dibangun atau besaran anggaran yang terserap.
Yang lebih penting adalah sejauh mana infrastruktur tersebut mampu meningkatkan produktivitas masyarakat dan mengurangi kesenjangan pembangunan antarwilayah.
Dari perspektif pembangunan daerah, Program Inpres Jalan Daerah menjadi jawaban atas kebutuhan percepatan konektivitas yang selama ini menjadi salah satu tantangan utama.
Infrastruktur yang memadai diyakini akan memperkuat daya saing daerah, menarik investasi, serta mendorong pertumbuhan pusat-pusat ekonomi baru di berbagai wilayah Kabupaten Bogor.*
Reporter: ( Al )









