JAKARTA,HEADLINEKOTA.COM – Presiden ke-6 Republik Indonesia, Jenderal TNI (Purn.) Prof. Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), menjadi pembicara dalam Bincang Interaktif bersama Tokoh Bangsa yang digelar di Ruang Konstitusi, Lemhannas RI Jakarta, Rabu (22/7/2026).
Kegiatan tersebut diikuti oleh 25 kepala daerah peserta Kursus Pemantapan Pimpinan Daerah (KPPD) Angkatan III Tahun 2026 serta perwakilan Pendidikan Penyiapan dan Pemantapan Pimpinan Nasional (P4N) Angkatan 70. Acara diawali dengan pengantar yang disampaikan Gubernur Lemhannas RI, Ace Hasan Syadzily.
Dalam sambutannya, Ace Hasan mengatakan forum tersebut merupakan bagian dari upaya Lemhannas RI memperkaya perspektif kepemimpinan para peserta pendidikan strategis. Menurutnya, pengalaman seorang mantan kepala negara menjadi sumber pembelajaran yang penting bagi para pemimpin daerah dalam menghadapi tantangan pemerintahan yang semakin kompleks.
“Melalui dialog langsung dengan Presiden ke-6 RI, para peserta diharapkan memperoleh wawasan mengenai kepemimpinan nasional, proses pengambilan keputusan strategis, hingga cara menjaga stabilitas negara di tengah dinamika global,” ujarnya.

Pada kesempatan itu, Susilo Bambang Yudhoyono membagikan pengalaman selama memimpin Indonesia dalam dua periode pemerintahan, yakni 2004–2014. Berbagai kebijakan strategis yang pernah diterapkan menjadi materi diskusi bersama para peserta.
Pengalaman tersebut mencakup kepemimpinan dalam menjaga stabilitas politik, mendorong pertumbuhan ekonomi, menghadapi krisis global, hingga membangun hubungan internasional. Berbagai kebijakan itu dipaparkan sebagai referensi bagi kepala daerah dalam menjalankan tata kelola pemerintahan yang efektif dan berorientasi pada kepentingan masyarakat.
Forum berlangsung secara interaktif. Para kepala daerah diberi kesempatan berdialog langsung dengan SBY mengenai tantangan kepemimpinan di daerah, sinergi pemerintah pusat dan daerah, serta pentingnya integritas dan kemampuan mengambil keputusan dalam situasi yang dinamis.
Lemhannas RI menilai kehadiran tokoh-tokoh bangsa dalam rangkaian pendidikan KPPD menjadi bagian penting dalam membangun karakter kepemimpinan nasional. Selain memperkuat kapasitas akademik, peserta juga memperoleh pembelajaran langsung dari pengalaman para pemimpin yang pernah mengelola pemerintahan di tingkat nasional.
Melalui kegiatan tersebut, Lemhannas berharap para peserta KPPD Angkatan III Tahun 2026 mampu mengimplementasikan nilai-nilai kepemimpinan strategis, memperkuat tata kelola pemerintahan daerah, serta meningkatkan kemampuan menghadapi tantangan pembangunan di masa mendatang.*
Reporter: ( Al )










