Beranda / Headline / Luhut Binsar Pandjaitan : Tantangan Program MBG Bukan Dapur, Melainkan Rantai Pasok Pangan

Luhut Binsar Pandjaitan : Tantangan Program MBG Bukan Dapur, Melainkan Rantai Pasok Pangan

JAKARTA, HEADLINEKOTA.COM – Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan menyatakan tantangan utama Program Makan Bergizi Gratis (MBG) bukan lagi pada penyediaan fasilitas dapur, melainkan penguatan rantai pasok pangan agar manfaat ekonomi program dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat.

Pernyataan itu disampaikan Luhut usai bertemu dua Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) jakartaPada Selasa 21/7/2026 untuk mengevaluasi tata kelola pelaksanaan MBG, program prioritas Presiden Prabowo Subianto. Dalam pertemuan tersebut, Luhut juga menyampaikan hasil survei lapangan mengenai pelaksanaan MBG yang sebelumnya telah dilaporkan kepada Presiden.

Menurut Luhut, Presiden meminta agar program berskala nasional tersebut dikelola dengan mengedepankan data yang akurat dan dapat dipertanggungjawabkan. Dengan demikian, tata kelola serta pengawasan program dapat berjalan secara lebih akuntabel.

Berdasarkan kajian Dewan Ekonomi Nasional di sekitar 800 titik Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), potensi ekonomi Program MBG dinilai sangat besar. Nilai perputaran belanja pangan diperkirakan mencapai lebih dari Rp120 triliun per tahun dan berpotensi menciptakan sekitar 1,2 juta lapangan kerja.

READ :  Helaran Budaya HJB ke-544, Perkuat Identitas Budaya Masyarakat Ciawi

Luhut mengatakan dampak berganda (multiplier effect) mulai terlihat di berbagai daerah. Namun, hasil kajian juga menunjukkan manfaat ekonomi program belum sepenuhnya dirasakan pelaku usaha di tingkat bawah.
“Banyak petani, peternak, nelayan, koperasi, dan UMKM lokal yang belum terhubung secara optimal ke dalam rantai pasok,” ujarnya.

Ia menilai persoalan utama terletak pada ketahanan rantai pasok, ketersediaan komoditas, kapasitas pemasok skala kecil, serta tata kelola kemitraan. Karena itu, penyelesaiannya tidak dapat dibebankan hanya kepada SPPG.

Menurut Luhut, penguatan ekosistem MBG memerlukan sinergi lintas kementerian, pemerintah daerah, lembaga pengawasan, perbankan, koperasi, dan pelaku usaha agar manfaat program dapat menjangkau lebih banyak masyarakat.

DEN, kata Luhut, siap berkolaborasi dengan Badan Gizi Nasional dalam merumuskan langkah-langkah strategis untuk memperkuat rantai pasok pangan nasional. Hasil kajian yang diserahkan kepada BGN diharapkan menjadi dasar penyempurnaan pelaksanaan Program MBG agar lebih akuntabel, efisien, serta mampu menciptakan dampak ekonomi yang inklusif.

Reporter: ( Al )

Tag: