BOGOR,HEADLINEKOTA.COM – Kepala Staf Kepresidenan Jenderal TNI (Purn.) Prof. Dr. Dudung Abdurachman menghadiri pemusnahan 3,37 ton barang bukti narkotika dalam rangka Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) 2026 di Bogor, Jawa Barat, Kamis (23/7/2026).
Pemusnahan barang bukti hasil pengungkapan sejumlah jaringan narkotika nasional dan internasional itu turut dihadiri Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan, Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN), serta jajaran BNN.
Dudung menegaskan pemberantasan narkotika membutuhkan kerja sama lintas sektor, tidak bisa hanya mengandalkan aparat penegak hukum.
“Penanganan narkotika membutuhkan kerja terpadu seluruh kementerian dan lembaga, aparat penegak hukum, pemerintah daerah, serta partisipasi masyarakat untuk melindungi generasi muda dan masa depan Indonesia,” kata Dudung.
Menurut dia, narkotika bukan sekadar persoalan kriminalitas, tetapi juga ancaman terhadap ketahanan nasional karena merusak kualitas sumber daya manusia.

Pemusnahan 3,37 ton narkotika menjadi bagian dari rangkaian HANI 2026 sekaligus penegasan komitmen pemerintah memperkuat penegakan hukum, pencegahan, dan rehabilitasi penyalahguna narkotika.
BNN menilai besarnya barang bukti yang dimusnahkan menunjukkan aparat terus meningkatkan pengungkapan kasus. Namun, hal itu juga menjadi indikator bahwa jaringan peredaran narkotika masih aktif beroperasi.
Melalui peringatan HANI 2026, pemerintah mengajak masyarakat berperan aktif mencegah penyalahgunaan narkotika melalui edukasi, pengawasan lingkungan, dan pelaporan jika menemukan dugaan peredaran narkoba. Sinergi pemerintah dan masyarakat dinilai menjadi kunci untuk melindungi generasi muda menuju Indonesia Emas 2045.
Reporter: ( AL)









