PARUNG | Headline Kota – Penataan Pasar Parung mulai digulirkan Pemerintah Kabupaten Bogor sebagai langkah serius menciptakan kawasan publik yang tertib, nyaman, dan fungsional.
Di bawah kepemimpinan Bupati Bogor Rudy Susmanto, program penataan kini tak hanya terfokus di Cibinong, tetapi meluas ke wilayah penyangga seperti Parung.
Sejak Rabu (15/4), penataan Pasar Parung dilakukan melalui penertiban pedagang kaki lima (PKL) yang selama ini berjualan di badan jalan.
Langkah ini diambil untuk mengembalikan fungsi jalan sebagai fasilitas umum sekaligus mengurai kemacetan yang kerap dikeluhkan masyarakat.
Penertiban dilakukan secara humanis dengan melibatkan dinas terkait, unsur Kecamatan Parung, TNI-Polri, serta Satpol PP.
Para pedagang diarahkan untuk menempati lokasi resmi yang telah disiapkan di dalam area Pasar Tohaga Parung.
Upaya ini diharapkan mampu menciptakan lingkungan pasar yang lebih tertib, bersih, dan nyaman bagi pengunjung.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Suryanto Putra, menegaskan bahwa penataan kawasan Pasar Parung tidak berhenti pada penertiban PKL.
Pemerintah juga akan melakukan pembenahan menyeluruh, termasuk penataan sempadan jalan dan penertiban papan reklame yang tidak sesuai aturan.
“Pasar Parung yang sebelumnya tertutup kini mulai terlihat lebih terbuka. Masih ada ruang yang bisa dimanfaatkan untuk penataan kawasan agar lebih rapi dan estetis,” ujarnya.
Selain itu, Pemkab Bogor juga merencanakan pelebaran jalan dari pertigaan hingga kawasan Pohon Jeruk guna mendukung kelancaran lalu lintas.
Saat ini, proses penataan dilakukan bertahap, diawali dengan pendataan bangunan dari aspek perizinan hingga kepemilikan.
Direktur Perumda Pasar Tohaga, Haris Setiawan, memastikan kesiapan fasilitas untuk menampung para PKL. Ratusan los dan kios telah disediakan, bahkan opsi penambahan tempat masih terbuka jika diperlukan.
“Ini bukan penggusuran, tetapi penataan. Pedagang tetap bisa berusaha di tempat yang lebih layak. Untuk sementara, tempat juga digratiskan, hanya dikenakan iuran kebersihan dan keamanan,” jelasnya.
Sementara itu, Camat Parung, Adhi Nugraha, mengungkapkan bahwa proses penataan telah melalui tahapan komunikasi sejak awal tahun.
Bahkan, sebagian pedagang telah lebih dulu membongkar lapaknya secara mandiri sebelum penertiban dilakukan.
Ia juga mengimbau masyarakat agar tidak lagi bertransaksi di pinggir jalan demi menjaga ketertiban yang telah dibangun.
Pemkab Bogor menekankan bahwa keberhasilan penataan Pasar Parung membutuhkan dukungan semua pihak.
Dengan kolaborasi antara pemerintah, pedagang, dan masyarakat, kawasan ini diharapkan kembali tertata, arus lalu lintas lancar, serta menghadirkan ruang publik yang aman dan nyaman bagi semua.***









