CILEBUT, HEADLINEKOTA.COM – Meningkatnya kekhawatiran masyarakat terhadap potensi penyebaran Demam Berdarah Dengue (DBD) mendorong warga Perumahan Bumi Cilebut Damai (BCD) RT, 03, / RW, 18 Cilebut Barat berinisiatif mengambil langkah nyata penyemprotan fogging (pengasapan) lingkungan permukiman secara mandiri.
Kegiatan yang dilaksanakan pada Minggu, 21/6/2026, merupakan bentuk kepedulian dalam menjaga kesehatan dan keselamatan warga, di lingkungan tempat tinggal mereka.
Penyemprotan fogging, di hadiri para pengurus RT Setempat, serta warga yang secara aktif terlibat dalam upaya pencegahan berkembangnya nyamuk Aedes aegypti, yang menjadi faktor utama penyebab penyakit DBD.
Kegiatan dilakukan menyusul adanya laporan sejumlah warga yang mengeluhkan peningkatan populasi nyamuk, terutama saat memasuki musim hujan dan perubahan cuaca yang tidak menentu.

Menurut Salah seorang Pengurus RT, 03 / RW, 18 BCD, Sachdan Rojali, langkah fogging tidak hanya bertujuan untuk membasmi nyamuk dewasa, tetapi juga menjadi momentum untuk meningkatkan kesadaran kolektif masyarakat terhadap pentingnya menjaga kebersihan lingkungan.
Sachdan menilai bahwa upaya pencegahan penyakit tidak dapat hanya mengandalkan pemerintah, melainkan membutuhkan partisipasi aktif seluruh elemen masyarakat dan kesadaran diri.
“Kesehatan lingkungan merupakan tanggung jawab bersama. Fogging memang penting sebagai langkah cepat, tetapi yang lebih utama adalah bagaimana masyarakat membangun budaya hidup bersih dan rutin melakukan pemberantasan sarang nyamuk,” ujar Sachdan.
Dalam perspektif yang lebih kritis, kegiatan ini juga mencerminkan tingginya kesadaran sosial masyarakat terhadap isu kesehatan publik.
Penyemprotan fogging hanya solusi sementara. Yang lebih penting adalah membangun kesadaran kolektif warga untuk menjaga kebersihan lingkungan dan menerapkan pola hidup sehat secara berkelanjutan.
Kondisi ini menjadi refleksi bahwa persoalan DBD sesungguhnya bukan hanya persoalan kesehatan, melainkan juga persoalan sosial dan lingkungan. Masih ditemukan saluran air yang kurang terawat, wadah penampungan air yang terbuka, serta area-area yang berpotensi menjadi sarang nyamuk.
Situasi tersebut menunjukkan perlunya peningkatan partisipasi aktif warga dalam menjalankan program Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) melalui gerakan 3M Plus, yakni menguras, menutup, dan mendaur ulang barang bekas yang dapat menampung air.
Upaya tersebut dinilai sebagai bentuk respons darurat untuk memutus rantai penyebaran nyamuk penyebab DBD.
Namun demikian, berbagai kalangan mengingatkan bahwa keberhasilan penanggulangan DBD sangat bergantung pada sinergi antara masyarakat, pengurus lingkungan, tenaga kesehatan, dan pemerintah.
Pengamat kesehatan dr.mediawaty, S.H,,M.kes. Menilai bahwa meningkatnya kasus DBD di lingkungan permukiman modern sekalipun menunjukkan bahwa pembangunan fisik harus diimbangi dengan budaya hidup bersih dan sehat.

Tanpa partisipasi aktif masyarakat, ancaman DBD akan terus berulang setiap tahun dan berpotensi menimbulkan dampak yang lebih luas.
Kekhawatiran warga Perumahan BCD Cilebut Barat hendaknya menjadi momentum untuk memperkuat kepedulian bersama terhadap kesehatan lingkungan.
DBD bukan sekadar penyakit musiman, melainkan indikator kualitas pengelolaan lingkungan dan tingkat kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pencegahan.
Melalui semangat gotong royong, kepedulian sosial, dan tindakan nyata menjaga kebersihan lingkungan, masyarakat Perumahan BCD diharapkan mampu menekan potensi penyebaran DBD, serta menciptakan kawasan hunian yang sehat, aman, dan nyaman bagi seluruh warga.
Dengan demikian, upaya penanggulangan DBD tidak berhenti pada respons sesaat, tetapi menjadi gerakan berkelanjutan yang berorientasi pada keselamatan dan kualitas hidup masyarakat.
Di tengah berbagai tantangan. Mulai dari kepadatan penduduk hingga minimnya kesadaran sebagian warga terhadap pengelolaan lingkungan, inisiatif masyarakat menunjukkan bahwa partisipasi warga masih menjadi modal sosial yang sangat berharga.
Namun sejumlah warga juga menyoroti perlunya penguatan sinergi antara masyarakat dan instansi terkait. Mereka berharap program pencegahan DBD tidak hanya bersifat reaktif ketika kasus mulai muncul, tetapi dilakukan secara sistematis dan berkelanjutan melalui edukasi, monitoring lingkungan, serta dukungan fasilitas kesehatan yang memadai.
Melalui kegiatan fogging mandiri ini, warga Perumahan BCD Cilebut Barat tidak hanya menunjukkan kepedulian terhadap kesehatan masyarakat, tetapi juga memberikan contoh bagaimana solidaritas sosial dapat menjadi kekuatan dalam menghadapi persoalan lingkungan.
Semangat gotong royong yang ditunjukkan warga menjadi bukti bahwa kesadaran kolektif masih menjadi fondasi penting dalam membangun lingkungan yang sehat, aman, dan berkelanjutan.
Reporter : ( Al )









